Seringkali saya harus mengerjakan PR dikelas, atau tidak mengerjakan sama sekali karena lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya.
Melahap semua tumpukan bahan yang harus dipelajari dalam waktu semalam karena besoknya mau ujian. Setelah mendapatkan hasil yang pas-pas an, barulah saya tersadar dengan sesuatu yang bertuliskan : Prioritas.
Harusnya pemimpin dan wakil rakyat Indonesia sudah tersadar sejak lama dengan melihat apa yang sudah terjadi dengan bangsa kita ini. Wakil rakyatlah yang memperjuangkan untuk mendapatkan hak kita sebagai warga negara. Mungkinkah diwaktu mereka bekerja tetap saja memprioritaskan istri yang minta berlian baru, anak yang minta mobil baru, atau memprioritaskan kepentingan ideologi dan partainya sendiri? Mungkin masih banyak lagi yang dipikirkan wakil-wakil kita itu sehingga lupa akan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
Lihatlah wakil kita yang sibuk dengan RUU anti pornografi dan pornoaksi. Sementara kemiskinan dimana-mana. Kenapa tidak memikirkan bagaimana memperbaiki sistem pertanian. Memikirkan sistem pariwisata sehingga menciptakan lapangan pekerjaan. Bagaimana menjaga kekayaan budaya kita dari negara tetangga. Masih banyak lagi yang tidak mungkin ditulis disini karena situasi kita sudah sangat terpuruk.
Mungkinkah kalau saya di posisi pemimpin akan memprioritaskan Rakyat daripada prioritas pribadi? Saat ini saya jawab; Iya, tentu saja saya akan memprioritaskan rakyat!!! Prioritasku Prioritas Indonesiaku!!
Sudah sama kan janji saya diatas dengan janji wakil kita di pemerintahan.
Mereka yang minta dipilih, dan rakyat memberikan mereka peran itu..
Namun manusia terkadang lupa dengan prioritas karena terbuai dengan banyak hal yang lebih meguntungkan semua indra di tubuh ini :) sehingga menjadi : ``Prioritasku lah yang menjadi Prioritas Indonesiaku´´
Ayolah wakil rakyat yang kami hormati, ingatlah janji kalian!
Ingatlah tanggung jawab kalian untuk mendapatkan peran itu.







